PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Kristina .
Nunung Ernawati

Abstrak

Abstrak

Latarbelakang konsentrasi suatu proses pemusatan pemikiran kepada objek tertentu. Kesulitan berkonsentrasi banyak dialami mahasiswa, terutama dalam mempelajari pelajaran yang tingkat kesulitannya cukup tinggi. Usaha untuk mengatasi gangguan konsentrasi dapat dilakukan dengan senam otak (brain gym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa Prodi Keperawatan Politeknik Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang. Metode desain penelitian adalah the one group sample pretest posttest design, populasinya adalah 35 orang mahasiswa yang sesuai kriteria populasi. Sampling menggunakan Simple Random Sampling, besar sampel 20 orang. Variable independen adalah senam otak dan variabel dependen adalah tingkat konsentrasi. Pengambilan data menggunakan instrumen SOP senam otak, lembnar observasi dan tabel acakan huruf dan angka. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon taraf kesalahan () 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan senam otak sebagian besar (65%) responden tingkat konsentrasinya cukup, hampir setengah (35%) responden tingkat konsentrasinya baik, dan tidak satupun (0%) responden tingkat konsentrasinya kurang. Setelah dilakukan senam otak seluruhnya (100%) responden tingkat konsentrasinya baik. Hasilnya diketahui adanya pengaruh senam otak terhadap tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa Prodi Keperawatan Politeknik Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang dengan thitung (3) < ttabel 2,093 sehingga H1 diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan hasil penelitian ini perlu dilakukan latihan senam otak secara teratur agar dapat meningkatkan tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa sehingga dapat meningkatkan prestasi akademik.
Kata Kunci: senam otak, tingkat konsentrasi, belajar, mahasiswa

Abstract

Introduction Concentration mean the focused awareness at one particular certain or subjek object without transferring little attention to something else. Difficulty have concentration of a lot of experiencing of by student,
especially in learning subject having high difficulty level enough. Effort to overcome the this concentration trouble earn doing with the brain gym. Methode, desain research is the one group sample pretest posttest design,
aim to to know the influence brain gym exercise to concentration level student of learn at Prodi Keperawatan Rs dr. Soepraoen Malang. Population is all student of Prodi Keperawatan Politeknik RS dr. Soepraoen Malang as much 35 one who is as according to population criteria. Sampling method which is using Simple Random Sampling with the amount sample 20 people. Independent Variable is brain gym, taking with practice brain gym and variable dependen is concentration level student of learn, it the tables random of letter and number. Data analysis by Wilcoxon test with the significant level (á) 0,05. Result of research show before practice brain gym most ( 65%) from respondent have concentration level enough, almost from half ( 35%) from respondent have
good concentration level, and (0%) respondent of have mount concentration less. And after brain gym exercise entirely ( 100%) from respondent have good concentration level. Result of research show that influence brain gym exercise to concentration level student of learn at prodi keperawatan Politeknik Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang show T calculate (3) < T tables 2,093) so H1 accepted, there is significant influence of brain gym exercise to concetration level student of learn at p keperawatan Politeknik kesehatan RS dr. Soepraoen Malang.
Conclussion the effort for improve students had concentrating levels of student learning, student can choise brain gym exercise regularly

Keywords: brain gym, concentration level, student, learning

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
., K., & Ernawati, N. (2016). PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 3(3), 69-74. Diambil dari https://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/view/99