MENGATASI NYERI TRIGEMINAL NEURALGIA DENGAN AKUPUNKTUR DI KLINIK AKUPUNKTUR MANDIRI “E” MALANG

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Puspo Wardoyo

Abstrak

Nyeri trigeminal neuralgia dirasakan sebagai sensasi sakit di wajah yang datang secara tiba-tiba dan menyebar ke area rahang, pipi dan dahi. Terapi farmakologis medis dan bedah yang ada cukup efektif dalam banyak kasus, tetapi untuk sejumlah besar pasien kurang memuaskan bahkan gagal memberikan perbaikan. Tindakan lanjutan berupa operasi sering terjadi komplikasi dan kambuhan berulang. Terapi akupunktur telah lama memiliki reputasi dalam membantu berbagai sindrom nyeri dan dilaporkan efektif untuk kasus nyeri trigeminal neuralgia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap intensitas nyeri pasien trigeminal neuralgia di klinik akupunktur mandiri “E” Malang. Metode. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental Design dengan Pre-Test and Post-Test Design. Semua pasien trigeminal neuralgia yang datang berobat ke Klinik Akupunktur Mandiri “E” Malang pada tanggal 1-30 April 2019 sebanyak 10 orang dijadikan sebagai sampel. Pengukuran nyeri penggunakan skala nyeri Bourbanis. Teknik analisis data menggunakan uji Tanda Wilcoxon. Hasil. Terbukti signifikan ada pengaruh terapi akupunktur terhadap intensitas nyeri pasien trigeminal neuralgia di klinik akupunktur mandiri ”E” Malang. Diskusi. Memasukkan jarum akupunktur ke titik akupunktur menghasilkan sensasi de-qi, yang dapat menggairahkan semua serat aferen dari jaringan otot. Keuntungan akupunktur dibandingkan tindakan obat dan bedah adalah tidak ada risiko reaksi alergi yang mengancam jiwa dan tanpa komplikasi. Kesimpulan. Dari hasil di atas dapat dinyatakan bahwa terapi dengan jarum akupunktur dapat mengatasi nyeri trigeminal neuralgia dengan aman.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Wardoyo, P. (2021). MENGATASI NYERI TRIGEMINAL NEURALGIA DENGAN AKUPUNKTUR DI KLINIK AKUPUNKTUR MANDIRI “E” MALANG. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 8(1). Diambil dari https://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/view/279

Referensi

  1. Costa, G.M.F., and Leite, C.M.A. (2015). Trigeminal neuralgia: peripheral and central mechanism. Rev Dor. São Paulo
  2. Goldman, N. et.al. (2010). Adenosin A1 receptors mediate local anti-nociceptive effects of acupuncture. Nature Neuroscience
  3. Kim, JI., et al. (2018). Acupuncture for the treatment of trigeminal neuralgia : A protocol for the systematic review of randomized controlled trials. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5882395/ Diakses tanggal 2 Februari 2019.
  4. Loeser JD. (2001). Cranial Neuralgia, In : Banica’s Management of Pain, u i Philadelphia, Lipincott William & Wilkins
  5. Meliala, K.L. (2008). Neuralgia Kranial. Yogyakarta : Medigama Press
  6. Nurmikko T J, Eldridge P R., 2001, Trigeminal Neuralgia- Patho-physiology, Diagnosis and Current Treatment. British Journal of Anaesthesia, 87, 32-117.
  7. Riawan, Lucky. (2007). Terapi Medikamentosa pada Trigeminal Neuralgia. Bandung : Universitas Padjajaran.
  8. Sert, H,. (2009). Successful Treatment of a Resistance Trigeminal Neuralgia Patient By Acupuncture. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2797593/ Diakses pada tanggal 2 Februari 2019.
  9. Sugiyono. (2010). Metode Penelitiaan Kuantitatif Kualitatif & RND. Bandung : Alfabeta
  10. Sunyoto, D. dan Ari, S. (2013). Statistik Kesehatan Paramatrik, Non Paramatrik, Validitas, dan Reliabilitas. Yogyakarta : Nuha Medika
  11. You, Pu Lian. Zhang Xue Li. (2008). Zhenjiu Linchuang Shouce. Beijing : Renmin Weisheng Chubanshe.