COPING MECHANISM MAHASISWA BARU DALAM MENGHADAPI PROGRAM PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS DI POLTEKKES RS dr.SOEPRAOEN MALANG

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

dian pitaloka priasmoro

Abstrak

Introduksi Program Pengenalan Kehidupan Kampus adalah suatu kegiatan yang terprogram dan dikelola dengan baik yang bertujuan agar mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus dan sistem pendidikan tinggi yang akan mereka jalani selama studi. Beberapa penelitian mengungkapkan mahasiswa baru yang akan menjalani program pengenalan studi mengalami kecemasan dan melakukan tindakan pengalihan yang bermacam-macam atau disebut coping mechanism. Penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui coping mechanism mahasiswa baru dalam menghadapi program pengenalan kehidupan kampus di Poltekkes RS dr.Soepraoen Malang. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru prodi keperawatan yang menjalani program pengenalan kehidupan kampus sejumlah 170. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian mahasiswa baru yang menjalani program pengenalan kehidupan kampus sejumlah 119 yang diambil secara stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan di Poltekkes RS dr.Soepraoen Malang Pada bulan Agustus 2018. Hasil penelitian menujukkan coping mechnism mhasiswa baru hampir seluruhnya adaptif sebanyak 118 orang (99,2%) dan sebagian kecil maladaptif sebanyak 1 orang (0,8%). Diskusi Hal ini kemungkinan disebabkan karena usia, pola asuh, pekerjaan orang tua, dan jenis kelamin responden. Kesimpulan Dari hasil diatas pihak institusi dapat bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan dukungan sehingga mahasiswa akan menyikapi sumber stresor secara lebih adaptif.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Biografi Penulis

dian pitaloka priasmoro, Prodi keperawatan Poltekkes dr.soepraoen

departemen jiwa
Cara Mengutip
priasmoro, dian pitaloka. (2020). COPING MECHANISM MAHASISWA BARU DALAM MENGHADAPI PROGRAM PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS DI POLTEKKES RS dr.SOEPRAOEN MALANG. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 7(2), 1-6. https://doi.org/10.47794/jkhws.v7i2.249 (Original work published 29 Mei 2020)

Referensi

  1. Desmita. (2013). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: Remaja Rosda Karya.
  2. Herawati. (2015). Pola asuh anak di keluarga militer (TNI) di Batalyon Arhanudse 13 Kubang Pekanbaru. Jurnal FISIP Vo.2 No(2) Oktober.1-6.
  3. Keliat, B. A. (2005). Penatalaksanaan stres. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
  4. Lazarus, R.S. and Folkman, S., 1984. Stress, Apraisal and Coping. New York: Springer Publishing Company.
  5. Ma’mun, Jamaludin. (2010) Hand out Psikologi Umum II.UIN Maliki Malang.
  6. Nasir, Abdul. (2012). Dasar-dasar keperawatan jiwa. Jakarta: Salemba Medika.
  7. Nisrina, Ghina E. (2016). Skripsi:Perbedaan strategi koping stres pada mahasiswa organisasi dan non organisasi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
  8. Nugroho, Vitalis H. (2017). Skripsi.
  9. Nursalam. 2013. Pendekatan praktis metodologi riset keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
  10. Stuart, G.W, and Sundeen, S.J. (2000). Principles and practice of psychiatric nursing. Sixth edition. St. Louis: Mosby Year Book.
  11. Stuart, Sundeen. (2012). Buku Saku keperawatan jiwa Edisi 5. Jakarta:EGC.
  12. Taylor, S. E. (2006). Health Psychology (6th ed.). Amerika Serikat: Mc Graw Hill.
  13. Thahir, Andi. (2011). Perbedaan mekanisme koping antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam menghadapi ujian semester. Penelitian Dosen. Diakses:download.portalgaruda.org/article.php?article=284027&val=5886&title.
  14. Yuanita, Ratna.S, Sutriningsih, Ani., Catur, Ragil A.W.(2015). Mekanisme koping keluarga menurunkan tingkat kecemasan keluarga pasien stroke. Jurnal Care.Vol.3 No.(2)18-25.
  15. Yusuf, Syamsu. (2012). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.