PENGARUH PEMBERIAN ANTIBODI MONOKLONAL HUMAN ZONA PELUSIDA 3 (Mab hZP3) SEBAGAI KANDIDAT IMUNOKONTRASEPSI TERHADAP KUALITAS FOLIKEL PRE ANTRAL DAN ANTRAL PADA OVARIUM Mus musculus

Isi Artikel Utama

Reny Retnaningsih

Abstrak

ABSTRAK
Pendahuluan : Metode kontrasepsi dengan menggunakan vaksin yang saat ini sedang gencar dikembangkan adalah imunokontrasepsi. Metode kontrasepsi ini dikembangkan sebagai kontrasepsi alternative yang aman, efektif dan reversible. Imunokontrasepsi menggunakan glikoprotein pada zona pellusida 3 (ZP3) mamalia dapat diharapkan karena keberadaan ikatan antibodi spesifik pada antigen ZP3 yang dapat menghambat fertilitas dan tidak menimbulkan kerusakan.Target kontrasepsi adalah pencegahan terjadinya pembuahan antara sperma dan ovum yang disebut dengan fertilisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemberian antibodi monoklonal human Zona Pellucida 3 ( Mab hZP3) sebagai kandidat imunokontrasepsi terhadap kualitas folikel pre antral dan antral ovarium mencit Mus musculus .
Metode : Penelitian yang akan digunakan adalah true experiment posttest only control group design. Replikasi penelitian mencit sebanyak 48 ekor dan dikelompokkan menjadi 12 yaitu kontrol (adjuvan), kelompok perlakuan (Mab hZP3 dosis 20 μg, 40 μg dan 60 μg), pengorbanan mencit masing masing kelompok dilakukan pada hari ke 10, 15 dan 20. Pengamatan kualitas folikel pre antral dan antral ovarium mencit melalui pemeriksaan hematoksilen dan eosin.
Hasil dan Diskusi :Hasil analisis deskriptif menunjukkan struktur folikel yang normal dan tidak terdapat perbedaan struktur folikel pre antral dan antral pada ovarium mencit. Hasil yang sama juga terlihat pada observasi periode waktu 10-20 hari. Hal ini terkait erat dengan spesifitas monoklonal antibodi yang dihasilkan.
Kesimpulan :Mab hZP3 berpeluang cukup baik sebagai sediaan imunokontrasepsi bagi wanita karena aman dan tidak mengganggu proses folikulogenesis.

Rincian Artikel

Biografi Penulis

Reny Retnaningsih, Politeknik Kesehatan RS dr.Soepraoen

Dosen Program studi kebidanan politeknik kesehatan RS dr.Soepraoen
Cara Mengutip
Retnaningsih, R. (2017). PENGARUH PEMBERIAN ANTIBODI MONOKLONAL HUMAN ZONA PELUSIDA 3 (Mab hZP3) SEBAGAI KANDIDAT IMUNOKONTRASEPSI TERHADAP KUALITAS FOLIKEL PRE ANTRAL DAN ANTRAL PADA OVARIUM Mus musculus. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 5(1), 38-44. Diambil dari https://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/view/187

Referensi

  1. DAFTAR RUJUKAN
  2. Abbas, A.K and Licthman, A.H. 2011. Basic Imunology. Edisi 3. WB Saunders Company. Philadelphia.
  3. Abbas, A.K., Lichtman, A.H and Pillai, S. 2014. Basic Immunology: Functions and Disorders of The Immune System. Fourth Edition.Elsevier Inc.
  4. Abbas, A.K., Lichtman, A.H and Pillai, S. 2015. Cellular and Molecular Immunology.Eighth Edition.Elsevier Inc.
  5. Aitken, R.J., Paterson, M., Jennings, Z.A., Wilson, M.R. 2002. The Contraceptive Potensial of ZP3 and ZP3 Peptide in a Primate Model. Journal of Reproductive Immunology. 53 : 99 – 107.
  6. BKKBN. 2013. Profil Kesehatan Indonesia 2012. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
  7. Calongos, G., Hasegawa, A., Komori, S and Koyama, K. 2009. Harmful Effects of Anti-ZonaPellucida Antibodies in Folliculogenesis, Oogenesis, and fertilization. Journal of Reproductive Immunology 79: 148–155.
  8. Cunningham, F.G., Leveno, K.J., Bloom, S.L., Hauth, J.C., Rouse, D.J. 2010. Williams Obstetrics. Setia R (editor), 23ed. Pendit U.(penerjemah). 2013. Obstetri Williams. Edisi 23. Jakarta : EGC.
  9. Dahlan, Sopiyudin. 2013. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Deskriptif, Bivariat dan Multivariat. Dilengkapi Aplikasi Dengan Menggunakan SPSS. Salemba Medika. Jakarta.
  10. Dong, J., Albertini, D.F., Inshimori, K., Kumar, T.R., Lu, N & Matzuk, M.M. 1996. Growth Differentiation Factor-9 is required during Early Ovarian Folliculigenesis. Abstract Nature Publishing Group (383): 531-535.
  11. Dube, J,L., P.Wang., J.Elvin., K.M.Lyons., A.J. Celest., & M.M matzuk. 1998. The Bone Morphogenetic Protein-15 Gene Is X-Linked and Expressed on Oocytes. Molec.Endocr.
  12. East, I.J., Gulyas, B.J., and Dean, J., 1985. Monoclonal antibodies to the murine zona pellucida protein with sperm receptor activity : effects on fertilization and early development. Journal Developmental Biology.
  13. Gode Funda, M.D., Bulent Gulekli, M.D.,Erbil Dogan, M.D.,Peyda Korhan, Seda Dogan, Ozgur Bige, M.D.,a Dilek Cimrin, M.D.,c and Nese Atabey,. 2011. Influence of follicular fluid GDF9 and BMP15 on embryo quality. Fertility and Sterility. American Society for Reproductive Medicine
  14. Gruijters, J.G., Visser, J.A., Durlinger, A.L.L., Themmen. 2003. Anti Mullerian Hormone : Function and Molecular Mechanism of Action in the Ovary, Molecular and Cellular Endocrinology.
  15. Gupta, S.K and Bhandari, B. 2011. Acrosome Reaction: Relevance of Zona Pellucida Glycoproteins. Asian Journal of Andrology 13: 79-105.
  16. Koyama, K., and Hasegawa, A., 2006. Premature Ovarian Failure Syndrome maybe induced by autoimmune reactions to zona pellucid proteins. Journal fur Reproduktionsmedizin und Endokrinologie-Journal of Reproductive Medicine and Endocrinology.
  17. Kusriningrum, R.S. 2008. Perancangan Percobaan. Airlangga University Press. Surabaya.
  18. Lailiya, I.L., Rahayu, S., Prasdini, W.A., Ciptadi, G, 2014. Analisis Polimorfisme Gen BMP-15 (Bone Morphogenetic Protein-15) dengan Metode PCR-RFLP dan Hubungannya dengan Performan Reproduksi Sapi Friesian Holstein (FH). Jurnal Biotropika Vol.2 No.3.
  19. Liao,W.X., Moore, R.K., Otsuka, F., Shimasaki, S., 2003. Effect of intracellular interactions on the processing and secretion of bone morphogenetic protein-15 (BMP-15) and growth and differentiation factor-9.Implication of the aberrant ovarian phenotype of BMP-15 mutant sheep.Journal of Biological and Chemistry. 278: 3713–3719.
  20. Litscher, E.S., Williams, Z., Wassarman, P.M. 2009. Zona Pellucida Glycoprotein ZP3 and fertilization in mammals. Molecular Reproduction and Development. 76 : 933-941
  21. Lloyd, M.L., Papadimitriou, J.M., O’Leary , S., Robertson , S.A and Shellam, J.R. 2010. Immunoglobulin to zonapellucida 3 mediates ovarian damage and infertility after contraceptive vaccination in mice .Journal of Autoimmunity 35: 77-85.
  22. Mubarakati, N.J., Aulani’am, Sumitro, B.S., Ciptadi, Gatot. 2014. Bovine and Human Zona Pellusida 3 Gene Glycans Site Prediction Using In Silico Analysis. The
  23. Journal of Tropical Life Science. 4 : 206-209.
  24. Mubarakati, N.J., Aulanni’am., Sumitro, S.B., Ciptadi, G. 2015. Immunogenicity and Characterization of Antibodies Against to Recombinant human ZP3 for Development Woman Immunocontraception. Biosciences Biotechnology Research.
  25. Mustofa, Imam. 2005. Identifikasi Efek Samping Imunokontrasepsi Zona Pellusida 3 Kambing pada Histologi Ovarium Mencit (Mus Musculus) sebagai Model. Media Kedokteran Hewan Vol.21, No. 1.
  26. Mustofa, Imam, Mahaputra, L., Dachlan, Yoes Prijatna. 2012. Identifikasi Protein Reseptor Fertilisasi (ZP3) pada Zona Pellusida Kambing sebagai Kandidat Bahan Imunokontrasepsi dengan Teknik Fertilisasi in Vitro. JBP Vol. 14 No. 3.
  27. Naz, R.K and rajesh, C. 2004. Passive Immunization for immunocontraception : lesson learned from infectious diseases, Frontiers in Bioscience.
  28. Otsuka F, Yao Z, Lee T-h, Yamamoto S, Erickson GF & Shimasaki S. 2000. Bone Morphogenetic Protein-15. Identification of target cells and biological functions. Journal of Biological Chemistry. 275
  29. Palma, G.A., Arganaraz, M.E., Barrera, A.D., Rodler, D., Mutto, A.A., and Sinowatz, F., 2012. Biology ang Biotechnology of Follicle Development . The Scientific World Journal.
  30. Pandey, S. 2010. Hybridoma Technology for Production of Monoclonal Antibody. International Journal of Pharmaceutical Sciences Riview and Research 1: 88-94.
  31. Pantiwati, Y. 2012. Passive Imunization of Anti bZP3 (Zona Pellusida 3) in Wistar Rat (Rattus novergicus) and Mouse (Mus Musculus), Media Peternakan. 1 : 163-169.
  32. Paterson, M., Jenings, Z.A., Van Duin, M. and Aitken, R.J. 2000. Immunocontraception with zona pellucid proteins, Th Nederlands Cells Tissues Organs. 166 ; 228-232.
  33. Prawirohardjo. 2011. Ilmu kebidanan. EGC : Jakarta.
  34. Rankin, T.,Soyal, S., Dean, J. 2000. The mouse zona pellucida : Folliculogenesis, fertility and pre-implatation development. Molecular and Cellular Endocrinology. 163 : 21 – 25
  35. Robert Van Den Hurk and Jia Zhao. 2005. Formation of Mammalian Oocytes and Their Growth, Differentiation and Maturation Within Ovarian Follicles. Journal of Theriogenology 63 : 1717-1751.
  36. Sadler, T.W. 2012. Langman’s Medical Embryology. Novrianti, A. (Editor). Pendit, B.U. (Penerjemah). 2012. Embriologi Kedokteran Langman. Edisi 10. Jakarta : EGC.
  37. Sanchez, F and Smitz, J. 2012. Molecular Control of Oogenesis. Elsevier. Biochimica et Biophysica Acta (1822): 1896-1912.
  38. Staruss, F.J., Williams, J.C. 2014. The Ovarian Life Cycle in Yen and Jaffe’s Reproductive Endocrinology, 5th ed; 213-253.
  39. Strauss III, J.F and Williams, C.J. 2014. Yen & Jaffe’s Reproductive Endocrinology. Strauss, JFF and Barbieri, RL (editor).Seventh Edition.Elsevier Inc.
  40. Subowo. 2009. Imunologi. Sagung Seto : Jakarta.
  41. Widodo dan Aulanni’am. 2005. Spesifitas Antibodi Bovine Zona Pellusida 3 (Anti-bZP3) Terhadap ZP3 Kelinci Berbasis bZP3 Sebagai Antigen Kontraseptif. Indo. J. Chem 5 (2), 182-187.Wiknjosastro, H. 2012. Anatomi Alat Kandungan. In W.Hanafiah (ed). Ilmu Kandungan. Edisi 2. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.