SHOCK INDEX (SI) DAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) SEBAGAI PREDIKTOR KEMATIAN PADA PASIEN SYOK HIPOVOLEMIK DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON

Isi Artikel Utama

Junaedi .
Janggan Sargowo
Tina Handayani Nasution

Abstrak

ABSTRAK
Pendahuluan: Hipovolemik syok yang diakibatkan trauma maupun non trauma dapat menyebabkan
kematian. Kematian disebabkan kehilangan sejumlah besar cairan tubuh atau darah yang terjadi pada
kurang dari 24 jam atau 48 jam pertama sejak masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Diperlukan
pengenalan tanda-tanda pada pasien yang berisiko terhadap kejadian syok untuk meningkatkan angka
harapan hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Shock Index (SI) yang dihasilkan dari
perhitungan dari rasio denyut nadi (HR) dan tekanan darah sistolik (SBP) dan Mean Arterial Pressure
dari perhitungan 1/3 SBP + 2/3 DBP (tekanan darah diastolik) yang bermanfaat memprediksi kematian
pasien syok hipovolemik < 24 jam dan 48 jam pertama masuk ke IGD RSUD Gunung Jati Kota
Cirebon, Jawa Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif pada bulan
Januari 2015 – April 2016, terdiri atas variabel independen SI dan MAP dan variabel dependen yaitu
mortalitas yang dibagi < 24 jam dan 48 jam. Kelompok SI dan MAP dibagi masing-masing dalam dua
kelompok, yaitu SI ≤ 0,9 dan SI > 0,9 dan MAP ≥ 60 dan MAP < 60. Hasil penelitian didapatkan
sebanyak 29 data pasien, data SI dan MAP dicatat untuk dianalisa terhadap prediktor kematian < 24
jam dan 48 jam. Hasil dan Analisis: Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan MAP <
60 berpengaruh terhadap kematian pasien < 24 jam (Resiko Relatif (RR) 11,375, confidence interval
(CI) 1,172-110,419, p = 0,036) dan memiliki nilai RR lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi
kematian 48 jam (RR 0,067 CI 0,007-0,653, p = 0,020). Area di bawah kurva (AUC) menunjukkan
MAP <24 jam dengan nilai antara 0,555 – 0,939 (p = 0,043, AUC = 74,7%) memiliki nilai sensitivitas
72,4% dan spesifisitas 68,9% lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi kematian 48 jam (sensitivitas
45% dan spesifisitas 27,6%). Diskusi dan kesimpulan: Disimpulkan MAP < 60 memiliki prediksi
lebih kuat terhadap kematian pasien syok hipovolemik < 24 jam yang masuk ke IGD dibandingkan SI
> 0,9 dan merupakan parameter yang cepat, akurat dan mudah digunakan.
Kata kunci: syok hipovolemik, Shock Index, Mean Arterial Pressure, prediksi kematian.
ABSTRACT
Background: Hypovolemic shock resulting from traumatic injuries or nontraumatic continous to be
the leading cause of death. Body of fluids loss or hemorrhagic deaths usually occur within the first 24
h or 48 h of admission to emergency department. Therefore, early identification of patients who are at
risk for developing shock may improve survival. Objective the study was analyze whether the shock
index (SI), given by the formula SI = heart rate/systolic blood pressure (HR/SBP), and Mean Arterial
Pressure (MAP), given by the formula MAP = 1/3 SBP + 2/3 DBP (Diastolic Blood Pressure) are
useful for predicting mortality at < 24 h and 48 h in hypovolemic shock adult patients admitted to the
emergency department of Gunung Jati hospital at Cirebon City, West Java. Methods: A database of
trauma patients admitted between January 2015 and April 2016 were retrospectively reviewed; the
result according to the shock index and MAP were Independent variable determined, generating a
dichotomous variable mortality was dependent variable with two groups: mortality at less than 24 h
and mortality at 48 h, Both group SI and MAP divide into two groups for variable SI: (SI ≤ 0.9) and
(SI > 0.9) and for variable MAP: (MAP ≥ 60) and (MAP < 60). Statistical analysis was performed.
Results and Analysis: A total of 29 patients were analyzed, all had admission SI and admission MAP
were noted to analyze with predictors of hostpital mortality by less than 24 h and 48 h. Multivariat
regression analyses demonstrated that MAP < 60 correlate with predict hospital mortality less than
24 h (Risk Relative, RR 11,375, confidence interval (CI) 1,172-110,419, p = 0,036) and had higher RR
of predict hospital mortality as compared to 48 h (RR 0,067 CI 0,007-0,653, p = 0,020) respectively.
Study have used Receiver Operating Characteristic Curves to determine the accuracy of MAP in
predicting hospital mortality by less than 24 h ranged from 0,555 – 0,939 (p = 0,043, AUC = 74,7%)
that maintened higher sentivity (72,4%) specificity (68,9%) than 48 h (45% and 27,6%). Discussion
and Summary: An initial MAP < 60 were strongest mortality predictor by less than 24 h greater than
SI > 0,9 in hypovolemic shock adult patient in the emergency department and is also a quick,
applicable and more accurate.

Keyword: hypovolemic shock, Shock Index, Mean Arterial Pressure, mortality predictor

Rincian Artikel

Cara Mengutip
., J., Sargowo, J., & Nasution, T. H. (2017). SHOCK INDEX (SI) DAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) SEBAGAI PREDIKTOR KEMATIAN PADA PASIEN SYOK HIPOVOLEMIK DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 4(2), 45-59. Diambil dari https://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/view/141