NILAI SKOR GLASGOW COMA SCALE, AGE, SYSTOLIC BLOOD PRESSURE (GAP SCORE) DAN SATURASI OKSIGEN SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS PASIEN CIDERA KEPALA DI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Dadang Surpiady Eka Putra
M Rasjad Indra
Djanggan Sargowo
Mukhamad Fathoni

Abstrak

ABSTRAK
Pendahuluaan: Cidera kepala menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat karena dapat
menyebabkan kematian, kecacatan, dan mengurangi waktu produktif. Cidera kepala memiliki
tingkat mortalitas yang tinggi, sehingga dibutuhkan metode prognosis cidera kepala dengan
penilaian awal yang akurat dengan harapan dapat memprediksi keluaran dan tata laksana yang
sesuai dengan kondisi pasien. GAP Score adalah salah satu skoring sistem fisiologis yang dapat
digunakan sebagai prediktor mortalitas pasien cedera kepala. Sistem ini lebih mudah digunakan
dan memberikan informasi prediktif yang berharga dari kondisi pasien. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui apakah nilai GAP score dan saturasi oksigen dapat menjadi prediktor dalam
memprediksi mortalitas pasien cidera kepala di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Metode:
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan studi retrospektif. Sampel
dalam penelitian ini berjumlah 96 orang yang didapatkan dari data rekam medis pasien cedera
kepala yang masuk pada periode Januari hingga Desember 2015 di RSSA Malang. Sampel yang
digunakan sebanyak 96 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dan analisis :
Uji Mann-Whitney pada penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna
antara nilai GAP Score, dan saturasi oksigen dengan mortalitas pasien cidera kepala dalam 7
hari perawatan dengan p value dari semua variabel independen < 0,05. Hasil Uji regresi logistik
menunjukkan bahwa persamaan GAP Score memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow
= 0,938 dengan AUC = 0,921 yang dapat memprediksi mortalitas 92,1% pasien cidera kepala.
Persamaan saturasi Oksigen memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,870 dengan
AUC = 0.880 dapat memprediksi mortalitas sebesar 88%, dan persamaan GAP score dan
saturasi Oksigen memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,967 dengan AUC =
0.965 dapat memprediksi mortalitas sebesar 96,5%. Diskusi dan kesimpulan: Secara statistik
terdapat perbedaan AUC antara persamaan tersebut, dengan kesimpulan bahwa gabungan
antara akurasi skoring GAP dan akurasi saturasi oksigen secara statistik dapat meningkatkan
akurasi dalam memprediksi kematian. Gabungan antara akurasi skoring GAP dan akurasi
saturasi oksigen secara statistik dapat meningkatkan akurasi dalam memprediksi mortalitas
pada pasien cidera kepala.

Kata kunci : GAP Score, Saturasi Oksigen, Mortalitas, Cedera Kepala.

ABSTRACT
Background: Head injury is a problem for public health because it can cause death, disability,
and reduce a person's productive time. Head injuries have high mortality, requiring a method
of head injury prognosis with early and accurate assessment in the hope of predicting outcomes
and governance in accordance with the patient's condition. GAP Score is one of physiological
scoring system that can be used as predictors of mortality of patients with head injury. This
system is easier to use and provide valuable predictive information of the patient's condition.
Patients who suffered a head injury requiring adequate oxygen supply to meet the needs of
brain metabolism that required ongoing monitoring of the oxygen saturation in order to prevent
the occurrence of secondary trauma that can worsen the condition of patients with head injury.
The purpose of this study to determine whether the value GAP scores and oxygen saturation
can be a predictor for predicting mortality in patients with head injury Saiful Anwar Hospital
in Malang. Method: This type of research is observational analytic retrospective study. The
sample in this study amounted to 96 people were obtained from medical records head injury
patients who entered the period January to December 2015 in RSSA Malang. The samples used
were 96 samples in accordance with the inclusion and exclusion criteria. Result and Analysis :
The results of the Mann-Whitney test analysis showed that there was significant relationship
between the value of GAP Score, and oxygen saturation of patients with head injury mortality
within 7 days of treatment with p value of all the independent variables <0.05. The results of
logistic regression showed that GAP equation has p value Score Hosmer and Lemeshow test
with AUC = 0.938 = 0.921 to predict mortality of 92.1% of patients with head injury. Oxygen
saturation had a p value Test Hosmer and Lemeshow = 0.870 with AUC = 0.880 can predict
mortality by 88%, and the similarities GAP scores and oxygen saturation had a p value Test
Hosmer and Lemeshow = 0.967 with AUC = 0965 could predict mortality by 96,5%.
Discussion and summary: Statistically there is a difference between the AUC of the equation,
with the conclusion that the combination of accuracy GAP scoring and statistical accuracy of
oxygen saturation can improve the accuracy in predicting mortality. GAP scoring combination
accuracy and statistical accuracy of oxygen saturation can improve the accuracy in predicting
mortality in patients with head injury.

Keywords: GAP Score, Oxygen Saturation, Mortality, Head Injuries.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Eka Putra, D. S., Indra, M. R., Sargowo, D., & Fathoni, M. (2017). NILAI SKOR GLASGOW COMA SCALE, AGE, SYSTOLIC BLOOD PRESSURE (GAP SCORE) DAN SATURASI OKSIGEN SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS PASIEN CIDERA KEPALA DI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 4(2), 13-28. Diambil dari https://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/view/138