HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KEJANG DEMAM DENGAN PENANGANANNYA

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Juliati Koesrini

Abstrak

Abstrak

Latarbelakang, Kejang Demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal lebih dari 380C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium (Soetromenggolo, 2000:245). Penanganannya
meliputi 3 hal, yaitu pengobatan fase akut, mencari dan mengobati penyebab, pengobatan profilaksis terhadap berulangnya kejang demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat tentang kejang demam dengan penanganannya. Metode penelitian, desain penelitian ini menggunakan metode korelatif. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Variable independent dalam penelitian ini pengetahuan tentang kejang demam, sedangkan variabel dependen penanganan kejang demam. Sampel yang diambil
berjumlah 12 responden yaitu Perawat Paviliun Nusa Indah Rumah Sakit Militer Malang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 10 April–07 Mei 2015. Metode pengumpulan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner tertutup untuk variable independent dan observasi langsung kepada perawat yang memberikan penanganan kepada pasien kejang demam yang dijumpai oleh peneliti pada saat itu juga untuk variabel dependen. Setelah ditabulasi, data dianalisa menggunakan Uji Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian terdapat hubungan yang
bermakna antara pengetahuan tentang kejang demam dengan penanganannya di Paviliun Nusa Indah Rumah Sakit Militer Malang, dengan hasil nilai rho () hitung (0,808) > rho() tabel (0,591). Kesimpulan, Berdasarkan hasil penelitian agar keterkaitan hubungan antara pengetahuan dan penaganan kejang demam agar lebih bermakna, maka pihak RS hendaknya memberi kesempatan perawat untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

Kata Kunci: pengetahuan perawat, kejang demam

Abstract

Introduction, febril convulsion are convulsions that occur in the increase in body temperature (a rectal temperature of more than 380C) which is caused by a process ekstrakranium (Soetromenggolo, 2000:245).
Treatment includes three things, namely the treatment of the acute phase, find and treat the cause, prophylactic treatment against the recurrence of febris convulsions. This study aims to determine the relationship between
nurse’s knowledge about the treatment of febris convulsions. Methode ,this study design using correlative method. The sampling method used was total sampling. The independent variable in this study knowledge of febris convulsions, while the dependent variable is of febris convulsions.Samples taken amounted to 12 respondents, Nurse Pavilion Nusa Indah Malang Military Hospital. Data collection is done on 10 April–07 May 2015. The collection method in this research using questionnaires closed for the independent variable and direct observation to the nurses who provide treatment to patients with febris convulsions that were found by investigators at the time also for the dependent variable. Once tabulated, the data were analyzed using Spearman Rank test with significant level of 5%. Results are a significant relationship between knowledge of febris convulsions to the treatment in the pavilion Nusa Indah Malang Military Hospital, with the result rho values calculated (0.808)> rho table (0.591).
Discussion, Based on the results of research in order to link the relationship between knowledge and febris convulsions order to be meaningful, then the hospital should allow nurses to develop their knowledge and skills.

Keywords: knowledge of nurses, febris convulsions

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Koesrini, J. (2016). HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KEJANG DEMAM DENGAN PENANGANANNYA. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 3(3), 24-30. Diambil dari http://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/view/93