PEMANTAUAN RESPON KLINIS PENDERITA EPILEPSI GRAND MALL PADA LANSIA (Geriatri ) YANG MENDAPAT TERAPI FENITOIN DI APOTEK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ”X” Malang

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

rakhmadani gadis aprilianti
beta herilla sekti

Abstrak

Pendahuluan Angka prevalensi penderita epilepsi aktif berkisar antara 4-10 per 1000 penderita epilepsi (Beghi dan Sander, 2008). Bila jumlah penduduk Indonesia berkisar 220 juta, maka diperkirakan jumlah penderita epilepsi baru 250.000 per tahun. Rata-rata prevalensi epilepsi 8,2 per 1000 penduduk. Prevalensi epilepsi pada bayi dan anak-anak cukup tinggi, menurun pada dewasa muda dan pertengahan, kemudian meningkat lagi pada kelompok usia lanjut (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI, 2011). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui persentase respon penderita epilepsi tipe grand mall lanjut usia yakni respon toksik berupa hiperplasia gusi, ruam kulit, vertigo, nistagmus, mual, sukar berbicara, ataksia. Penelitian ini bersifat observasional berdasarkan hasil kuesioner pasien epilepsi di apotek rawat jalan Rumah Sakit ”X” Malang pada bulan April – Oktober tahun 2019. Metode yang digunakan adalah deskriptif untuk melihat gambaran presentasi respon penderita epilepsi tipe grandmall. Instrumen penelitian berupa lembar pengambilan data dan kuesioner. Data akan dianalisis dan di dskripsikan berdasarkan hasil kuesioner. Hasil Berdasarkan hasil penelitian sekitar 27,06 % responden menjawab Ya terjadi efek samping penggunaan fenitoin, sedangkan responden yang menjawab (Tidak) atau responden yang tidak muncul efek samping sesuai dengan kuisioner yaitu (78,94%). Berdasarkan hasil penelitian efek samping yang muncul paling banyak pada responden adalah pusing yaitu terjadi pada 7 responden, efek samping yang juga banyak muncul pada responden diantaranya sempoyongan, berputarnya bola mata secara cepat an sukar bicara yaitu masing masing terjadi pada 6 responden

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
aprilianti, rakhmadani gadis, & sekti, beta herilla. (2020). PEMANTAUAN RESPON KLINIS PENDERITA EPILEPSI GRAND MALL PADA LANSIA (Geriatri ) YANG MENDAPAT TERAPI FENITOIN DI APOTEK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ”X” Malang. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 7(2), 64 - 72. Diambil dari http://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/view/274

Referensi

  1. Bourdet et al.2003. Pharmacologic Management of Epilepsy in Elderly. J.American Pharmaceutical Association. (Online). (http://neurologyclinic.blogspot.com/2008/05/obat-antiepilepsi-pada-lansia.html/diakses 21 juni 2012).
  2. Brodie JM, Kwan P. 2005. Epilepsy In Elderly People. Clinical Review. BMJ. Vol. 331; 1317-21. (Online). (http://neurologyclinic.blogspot.com/2008/05/obat-antiepilepsi-pada-lansia.html/diakses 21 juni 2012).
  3. Dipiro, J.T., et al. 2008. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach 7th Edition. United States of America: The McGraw-Hill Companies, Inc
  4. Fisher, R. S., Boas, W. V. E., Blume, W., Elger, C., Genton, P., Lee, P. & Engel, J. 2005. Epileptic Seizures And Epilepsy: Definitions Proposed By The International League Against Epilepsy (Ilae) And The International Bureau For Epilepsy (Ibe). Epilepsia, 46, 470-472.
  5. Harsono. 2011. Epilepsi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  6. Ikawati,Z. 2011. Farmakoterapi Penyakit Sistem Saraf Pusat. Yogyakarta : Bursa Ilmu Karangkajen. Hal 85-102.
  7. Lacy, Charles F. ,dkk. 2009. Drug Information Handbook 17th edition. America: Lexy Companies
  8. Leppik MD. 2001a. Epilepsy in Elderly in Contemporary Diagnosis and Management of the Patient with Epilepsy. Handbook in Health Care, Newtown, Pennsylvania. USA. (Online). (http://neurologyclinic.blogspot.com/2008/05/obat-antiepilepsi-pada-lansia.html/diakses 20 Maret 201).
  9. Price dan Wilson. 2006. Patofisiologi: Konsep Klinis Prose-Proses Penyakit. Ed: 6. Jakarta: EGC
  10. Shorvon SD. 2005. Handbook of Epilepsy Treatment Forms, Causes and Therapy in Children and Adults.2nd ed. America: Blackwell Publishing Ltd
  11. Tjay, Tan Hoan. 2002. Obat-Obat Penting. Jakarta : Elex Media Komputindo.