PENGARUH TERAPI DINGIN CRYOTHERAPY TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA FRAKTUR EKSTREMITAS TERTUTUP

Lenni Sastra, Lola Despitasari

Sari


Latar Belakang : Fraktur atau patah tulang merupakan gangguan penuh atau sebagian pada kontinuitas struktur tulang. Keluhan utama yang sering ditemukan pada pasien fraktur adalah nyeri. Terapi dingin secara klinis dapat meningkatkan ambang nyeri, mencegah pembengkakan dan menurunkan performa motorik local. Salah satu cold therapy adalah cryotherapy. Cryotherapy merupakan penggunaan es (ice pack) dan air es dalam pengobatan cedera dan modalitas pengobatan yang umum digunakan dalam pengelolaan cedera.. Secara fisiologis es mengurangi aktivitas metabolisme dalam jaringan sehingga mencegah kerusakan jaringan sekunder dan mengurangi nyeri ke sistem saraf pusat.
Tujuan Penelitian : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Cryotherapy Ice Pack terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien fraktur tertutup.
Metodologi Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pre dan post test dan rancangan yang digunakan adalah rancangan one group pretest and postest design.. Sampel pada penelitian ini adalah pasien dengan fraktur terutup di ruang trauma centre RSUP DR. M. Djamil Padang sebanyak 12 orang. Teknik purposed sampling digunakan dalam penentuan sampel. Instrument yang akan digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi untuk menentukan nyeri yang dirasakan oleh responden. Analisa data menggunakan uji statistik yaitu Paired sample T Test .
Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan p value 0, 00 (p value< 0,05) sehingga ada pengaruh terapi dingin cryotherapy terhadap penurunan nyeri pasien dengan ekstremitas tertutup. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi efek dari terapi dingin cryotherapy pada penurunan nyeri pasien dengan fraktur ektremitas tertutup.

Kata Kunci


terapi dingin; cryotherapy; nyeri fraktur

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aroyah, Novita. (2012). Terapi dingin (cold therapy) dalam penanganan cedera olahraga . Jurusan Pendidikan dan Rekreasi FIK UNY

Black & Hawks (2009). Medical Surgical Nursing : Clinical Management for Possitive Outcomes. (8th ed). Vol.1. St. Louis : Elsevier

Bleakley, Sean o'connor, Mark A Tully, Laurence G Rocke, Domnhall C MacAuley and Suzanne M McDonough. (2007). Study protocol: The PRICE study (Protection Rest Ice Compression Elevation): design of a randomised controlled trial comparing standard versus cryokinetic ice applications in the management of acute ankle sprain. BMC Musculoskeletal Disorders 2007, 8:125 doi:10.1186/1471-2474-8-125

Khodijah, S. (2011). Efektifitas Kompres Dingin Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pasien Fraktur Di Rindu B RSUP H. Adam Malik Medan. Dari http://repository.usu.ac.id.http://repositor y.usu.ac.id.

Kozier, B., & Erb,G., (2009). Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis. Alih Bahasa: Eny Meiliya, Esty Wahyuningsih, dan Devi Yulianti. Jakarta: EGC.

Helmi, Z. N. (2013). Buku Ajar Gangguan Muskuloskleletal. Jakarta: Salemba Medika.

Nurchairah, Andi (2015). Efektifitas kompres dingin terhadap nyeri pasien fraktur tertutup di Ruang Dahlia RSUD Arifin Ahmad. Dari https://jom.unri.ac.id

Prasetyo, S. N. (2010). Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Rizqi, Z. K. H. D. (2012). Efektivitas stimulasi kulit dengan kompres hangat dan kompres dingin terhadap penurunan persepsi nyeri kala I fase aktif persalinan fisiologis. Journal Eduhealth.

Smeltzer, S. C. (2013). Keperawatan medikal Bedah Brunner & Suddarth. EGC: Jakarta

Sri Sumartiningsih. (2012). Cedera Keseleo pada Pergelangan Kaki (Ankle Sprains). Jurnal Unnes Volume 2.

Suardi, Dradjat Ryanto. (2011). Peran dan Dampak Terapi Komplementer/ Alternatif bagi Pasien Kanker. CDK 188 / vol. 38 no. 7

Tamsuri, A. (2007)Konsep dan penatalaksanaan nyeri, Jakarta : EGC




##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti

P-ISSN : 2302-4283

Poltekkes Soepraoen © 2017