ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS DALAM 12 JAM PERAWATAN PASIEN CEDERA KEPALA BERAT

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

anissa cindy nurul afni

Abstrak

Pendahuluan: Distribusi kasus cedera kepala terutama melibatkan kelompok usia produktif antara 15-44 tahun. Dampak cedera kepala akan memberikan gangguan yang sifatnya lebih kompleks seperti gangguan fungsi neurologis, kecacatan, hingga kematian. Hal ini dikarenakan kerusakan primer dan sekunder yang sering terjadi pada 6-12 jam pertama terhadap struktur anatomik dan fisiologik isi tengkorak. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berperan pada mortalitas dalam 12 jam perawatan pasien CKB. Metode: Penelitian dilakukan di rumah sakit Tipe A Pendidikan RSUD Dr. Moewardi di Surakarta dengan studi rekam medis menggunakan desain deskriptif korelatif pendekatan crossectional dan rancangan retrospektif. Sampel diambil dengan teknik kuota sampling sejumlah 50 sampel. Uji multivariat yang
digunakan adalah analisis regresi logistik ganda. Hasil dan analisis: Hasil Uji Regresi logistik berdarakan variabel yang dapat diukur yaitu kekuatan hubungan terbesar dilihat dari hasil OR (Odd Ratio). Kekuatan hubungan terbesar yaitu diameter pupil (OR=2,76) dan terkecil yaitu nilai GCS (OR=0,044). Diskusi: Fungsi pupil yang abnormal, adanya gangguan gerakan ektraokular, pola-pola respon motorik yang abnormal seperti postur fleksor dan postru ekstensor, semuanya memprediksikan keluaran yang buruk pada pasien CKB

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Biografi Penulis

anissa cindy nurul afni, Prodi D 3 Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta

Departemen Keperawatan Gawat Darurat
Cara Mengutip
nurul afni, anissa cindy. (2018). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS DALAM 12 JAM PERAWATAN PASIEN CEDERA KEPALA BERAT. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 6(1), 13-27. Diambil dari http://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/view/234

Referensi

  1. Boto G.R. et al. (2006). Severe head injury and risk of early death. Madrid: JNeurosurg psychiatry.
  2. Irwan H., Setiawan F., Devi., dewanto G. (2010). Perbandingan GCS dan revised trauma score dalam memprediksi disablitas pasien trauma kepala di RS Atma Jaya. Maj Kedokteran Indon. 60(10): 437-442.
  3. Japardi Iskandar. (2003). Pemeriksaan dan sisi praktis merawat pasien cedera kepala. Jurnal Keperawatan Indonesia. Vol 7 (1): 32-35.
  4. Kasmaei V.M., Asadi P., Zohrevandi B., Raouf M.T. (2015). An epidemiology study of traumatic brain injuries in emergency department. Emergency. 3(4): 141 -145.
  5. Perry and Potter. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan; Konse, Proses, dan Praktik. Jakarta: EGC.
  6. Saini N. S., Rampal V., Dewan Y., dan Grewal S.S. (2012). Factors predisting outcome ini patients with severe head injury: Multivariate analysis. The Indian Journal of Neurotrauma. 9; 45-48.
  7. Sastrodiningrat A.G. (2006). Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi prognosa cedera kepala berat. Suplemen. Majalah Kedokteran Nusantara. 39 (3): 307-316.
  8. SIGN (Scottish Intercollegiate Guidlines Network). (2009). Early management of patient eith a head injury; A rational clinical guidline. NHS. Quality improvement scotland. ISBN 9781905813469.
  9. Singh H, et al. (2007). A rivew of pedestrian traffic fatalities. New Delhi: JIAFM.
  10. Susilawati desi. (2010). Hubungan waktu prehospital dan nilai tekanan darah dengan survival dalam 6 jam pertama pada pasien cedera kepala berat di IGD RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2010. Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. Padang.
  11. Wijanarka A., dan Dwiprahasto I. (2005). Implementasi Clinical Governance: Pengembangan indicator klinik cedera kepala di instalasi gawat darurat. JMPK Vol. 08 (04): 213-220.
  12. Wright, wendy. (2012). Sodium and fluid management in acute brain injury. Curr Neurol Neurosci Rep, 12, 466-473.