STUDI LAMA PELEPASAN TALI PUSAT BAYI ANTARA UMBILICAL CORD CLAMP DAN BENANG KATUN STERIL (Di PMB Restu Ibu Dan Polindes Barokah Jatirogo Kabupaten Tuban)

umu qonitun

Sari


Salah satu indikator penyebab Kematian bayi adalah infeksi neonatal. Infeksi neonatal mencakup semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman. Terkait pada tali pusat, tali pusat bisa menjadi jalan masuk untuk terjadinya suatu keadaan proses infeksi, penggunaan alat pengikat tali pusat ini juga dapat mempengaruhi lepasnya tali pusat. Bidan PMB Restu Ibu merupakan salah satu bidan yang menggunakan Umbilical Cord Clamp sebagai alat pengikat tali pusat sedangkan Bidan di Polindes Barokah menggunakan benang katun steril sebagai alat pengikat tali pusat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan pengikatan tali pusat antara Umbilical Cord Clamp dan benang katun steril terhadap lama pelepasan tali pusat pada bayi di PMB Restu Ibu dan Polindes Barokah Jatirogo Kabupaten Tuban.
Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan penggunakan pendekatan Retrospektif. Populasi penelitian seluruh bayi usia 1-12 bulan di PMB Restu Ibu dan Polindes Barokah Kabupaten Tuban bulan Juli-Agustus sebanyak 72 bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 60 bayi. Cara pengumpulan data menggunakan wawancara kemudian data diolah dengan menggunakan Uji Spearman , variabel dalam penelitian ini adalah alat pengikat tali pusat dan lama pelepasan tali pusat.
Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar lama pelepasan tali pusat yang diikat dengan Umbilical Cord Clamp dalam kategori normal sebanyak 21 bayi (70%). Sebagian besar lama pelepasan tali pusat yang diikat dengan benang katun steril dalam kategori normal sebanyak 16 bayi (53,3%). Walaupun sama dalam kategori normal namun terdapat perbedaan dalam rata-rata didapatkan rata-rata pada bayi yang menggunakan benangkatun steril lama lepasnya tali pusat 5,3 hari sedangkan bayi yang menggunakan Umbilical Cord Clamp rata-rata lama pelepasan tali pusat 6,9 hari.
Berdasarkan hasil penelitian Sehingga dapat disimpulkan bahwa bayi yang menggunakan benang katun steril lebih cepat dari pada yang menggunakan Umbilical Cord Clamp. maka disarankan untuk para petugas kesehatan diharapkan menggunakan benang katun steril sebagai alat pengikat tali pusat.

Kata Kunci


Umbilical cord clamp, benang katun steril, Lama pelepasan tali pusat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, S. (2006) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta, Rineka Cipta

Arikunto, S. (2010) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta, Rineka Cipta

Depkes RI (2008) Gangguan dan Keperawatan Tali Pusat (http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/163/jtptunimus-gdl-sugitonimg-8102-2-babii.pdf) diakses 2 juni 2017

Hidayat, A. Aziz Alimun (2010) Metode Penelitian Keperawatan Dan Teknis Analitik Data. Jakarta, Salemba Medika

Irawan, Nungki Kusuma, S.Keb (2011) Menumpas Penyakit Dengan Darah Tali Pusat. Jakarta: Rineka Cipta.

JNPK-KR (2008) Buku Acuan Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : Bakti Husada

Musbikin, Imam (2005) Panduan bagi ibu hamil & melahirkan. Yogyakarta: Mitra Pustaka

Notoadmodjo, S (2012) Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : Renika Cipta

Nursalam (2008) Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta, Salemba Medika

Paisal (2007) Pemotongan dan Perawatan Tali Pusat & Teori EBM (Online) (http://novieac.blogspot.com/2011/03/pemotongan-dan-perawatan-tali pusat.html?m=1) diakses 1 Mei 2017

Prawirohardjo, Sarwono (2009) Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka

Prawirohardjo, Sarwono (2011) Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka

Sodikin,M.Kes (2009) Buku Saku Keperawatan Tali Pusat. Jakarta: EGC

Soedarmo, Sumarno S, Garna, Herry, dkk (2010) Buku Ajar Infeksi dam Pediatri TRopis Cetakan kedua. Jakarta: IDAI

Wiknjosastro, Hanifa (2005) Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina




##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti

P-ISSN : 2302-4283

Poltekkes Soepraoen © 2017