Diskripsi Klien cedera kepala yang mengalami trauma mayor

Riki Ristanto

Sari


Cedera kepala adalah trauma yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan akibat trauma (Madikian & Giza, 2006; Tjahjadi et al., 2013). Kejadian cedera kepala meningkat tajam terutama karena meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor (Lee et al, 2015). Tingginya angka kejadian cedera kepala akan berdampak pada peningkatan beban kerja dokter maupun perawat yang bertugas di IGD sehingga berdampak pada penurunan kualitas pelayanan dan dapat menurunkan outcome perawatan klien cedera kepala (Li et al, 2014). Dibutuhkannya kesiapan dan kewaspadaan tim perawatan khususnya di IGD agar dapat mencegah kondisi terburuk yang dapat terjadi pada klien cedera kepala. Desain penelitian yang digunakan adalah diskriptif. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang diambil 96 data rekam medis klien cedera kepala. Untuk data usia, nilai ISS klien dilakukan analisa dengan nilai median sebagai ukuran pemusatan dan minimum-maksimum sebagai ukuran penyebaran. Untuk data jenis kelamin, mekanisme cedera, dan mortality klien dilakukan analisa dengan menghitung distribusi frekuensi dan presentasi masing-masing kelompok. Jumlah klien laki-laki yang mengalami cedera kepala (70 orang atau 72.9%) lebih banyak dibandingkan jumlah klien perempuan (26 orang atau 27.1%). Pada data klien cedera kepala yang meninggal, didapatkan bahwa klien perempuan (22 klien atau 69%) yang meninggal jumlahnya lebih banyak dibandingkan jumlah klien laki-laki (10 klien atau 31%) yang meninggal akibat cedera kepala. Median usia klien cedera kepala adalah 37 tahun dengan rerata 38.31 (20-63). Pada data klien cedera kepala yang meninggal didapatkan hasil bahwa jumlah klien terbanyak yang mengalami cedera kepala pada kelompok usia 20 – 40 tahun yaitu 57 klien atau 60%. Pada data mortality klien didapatkan bahwa jumlah klien yang hidup hingga hari ke 7 perawatan (64 klien atau 66.7%) lebih banyak dibandingkan dengan jumlah klien yang meninggal (32 klien atau 33.3%). Kecelakaan lalu lintas (82 atau sekitar 85.4%) adalah mekanisme cedera yang paling sering terjadi dibandingkan dengan mekanisme cedera jatuh dari ketinggian (7 kejadian atau 7.3%) atau benturan dengan benda tumpul (7 kejadian atau 7.3%). Kecelakaan lalu lintas juga merupakan mekanisme cedera dari semua klien yang meninggal pada penelitian ini. Score ISS klien cedera kepala adalah 21 dengan rerata 24 (17-38), score ISS klien cedera kepala yang meninggal memiliki rata-rata 24. Klien cedera kepala didominasi oleh laki-laki dengan kisaran usia 20-40 tahun, yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas dan dengan rata-rata 33,3% berdampak pada kematian.

Teks Lengkap:

PDF


##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti

P-ISSN : 2302-4283

Poltekkes Soepraoen © 2017