HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN PENGENDALIAN EMOSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT INAP

Nur Aini

Sari


Pendahuluan : Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang menimbulkan dampak pada fisik dan psikologis pasien. Emosi manusia diatur oleh sistem limbik otak, yang sekaligus mengatur sistem endokrin dan fungsi sistem saraf otonom, suasana hati marah, depresi bisa melalui sitem limbik dan sitem saraf otonom mempengaruhi sekresi hormon insulin. Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Variabel penelitian adalah kadar gula darah dan pengendalian emosi dengan skala data interval. Data disajian secara deskriptif berupa prosentase, tabulasi frekuensi/cross tabulasi serta analisis dengan uji korelasi pearson product moment, yang terlebih dulu dilakukan uji normalitas. Bila data tidak berdistribusi normal maka digunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov didapatkan nilai p < 0.05 sehingga kesimpulannya distribusi data tidak normal. Kemudian digunakan uji non parametrik korelasi Spearman, yang didapatkan nilai p (0.000) < α (0.05). Diskusi : Terdapat hubungan antara hubungan antara kadar gula darah dengan pengendalian emosi. Kekuatan hubungan bersifat sedang dan memiliki arah negatif (-0.715), artinya hubungannya bersifat terbalik yaitu bila kadar gula darah tinggi maka pengendalian emosi akan rendah, sebaliknya bila kadar gula darah rendah maka pengendalian emosi akan tinggi.



##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti

P-ISSN : 2302-4283

Poltekkes Soepraoen © 2017